Arsip untuk Dinamika petani

Serikat Petani Indonesia Tolak Kenaikan Harga BBM

Serikat Petani Indonesia Tolak Kenaikan Harga BBM
Selasa, 27 Mei 2008 | 07:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Serikat Petani Indonesia (SPI) menolak tegas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menuntut pemerintah mencabut kebijakan tersebut. Menurut SPI kenaikan BBM semakin mempersulit keadaan petani.

“Bagi petani, kenaikan harga BBM artinya juga kenaikan biaya produksi”, tegas Ketua Departemen Pengkajian Strategis Nasional, Serikat Petani Indonesia (SPI) Achmad Ya’kub, dalam siaran persnya Selasa (27/5).

Menurut catatan SPI bagi petani kecil atau buruh tani setidaknya biaya produksi selain benih dan pupuk juga meliputi harga sewa tanah, sewa traktor dan pompa air demikian juga pengolahan hasil panen seperti usaha penggilingan padi dan ongkos angkut.

Achmad mencontohkan, sebuah traktor tangan berkekuatan 8.5 PK membutuhkan solar sebanyak kurang lebih 18 liter per hektare untuk pengolahan lahan sampai siap tanam yang memerlukan waktu kurang lebih 18 jam. Ke semua kenaikan itu akan dibebankan kepada petani.

Sehingga, dalam mengatasi krisis energi dan pangan sekarang ini SPI meminta pemerintah segera melaksanakan program pembaruan agraria yang seperti telah di janjikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak awal tahun 2007 lalu. Dengan demikian, menurut Achmad 13 juta keluarga tani miskin bisa bekerja dan menghidupi keluarganya dengan terjamin.

Selain itu SPI juga meminta pemerintah menghentikan perluasan perkebunan non pangan oleh perusahaan dengan orientasi eksport, sebaliknya pemerintah harus mendorong pertanian pangan berbasis keluarga dan orientansi pemenuhan kebutuhan lokal dan nasional. Dengan demikian, menurut Achmad pemerintah dapat memberikan insentif bagi petani pangan, terutama yang melaksanakan pertanian berkelanjutan.

Hari Jumat lalu (23/5) pemerintah telah menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.000 per liter atau rata-rata sekitar 28,7 persen. Kenaikan ini, mengalami pertentangan dari segenap lapisan masyarakat. Begitu pula dengan pembagian langsung tunai, yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 100 rbu bersifat sementara, hanya untuk memperlambat penderitaan yang semakin-makin saja kepada rakyat,” ujar Achmad.

Komentar bertahan »

Petani Protes Pembatasan Pembelian BBM

Liputan6.com, Klaten: Ratusan petani di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (14/5), berunjuk rasa dengan cara turun ke jalan sambil membawa traktor. Para petani Manisrenggo, Klaten ini memprotes larangan membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan jeriken. Akibat larangan itu traktor dan mesin perontok padi para petani tidak bisa dioperasionalkan. Larangan membeli BBM dengan jeriken diberlakukan untuk mencegah penimbunan dan penyelewengan menjelang kenaikan harga BBM.

Keadaan serupa juga dialami nelayan di pantai selatan Bantul, Yogyakarta. Sudah tiga hari perahu nelayan berderet tak melaut. Sedangkan nelayan yang tetap melaut terpaksa membeli bensin eceran dengan harga yang melonjak enam ribu rupiah sampai delapan ribu rupiah per liter.

Di pantai selatan Gorontalo, nelayan terpaksa tak melaut karen sulit memperoleh BBM. Ini terjadi karena SPBU melarang pembelian BBM menggunakan jeriken karena khawatir ditimbun dan diselewengkan menjelang kenaikan harga BBM.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Komentar bertahan »